Kemarahan Dewa Sang Kegelapan
Cipt. Wilman Indra Juanda SE.
Jika aturan sudah di hilangkan
Dan Jalan kesesatan sudah di bukakan
Jika Al qur an sudah di ragukan
Dan jalan kebenaran sudah di raagukan
Maka ,....maka kita sudah terlempar dan tersesatkan
Lihat dan lihat lah dikala sang surya terbit di ufuk timur
Seluruh manusia menyambutnya dengan langkah serakah
Apa yang kita lihat ,,,,
Apa yang kita lihat
Kalau bukan kesenangan duniawi yang hanya
Memberi kesenangan sesaat saja
Dengar ,.dengar lah
Siul burung kepondang yang hinggap di pohon turi di pagi hari
Mereka sudah bernyanyi ,..melainkan memaki
Bercerminlah wahai manusia
Ya,,tuhan ,...mengapa aku seperti ular naga
Aku ,.seperti ular naga yang keluar dari gua ,..gua tuk menerkam mangsanya.,...
Taubahnya aku seperti mahluk tuhan yang menakutkan
Ya Tuhan ,.. ini bukan kutukan
Melainkan sebuah pertanda agar kita kembali kepada fitrahnya
Sebagai manusia
Di balik rasa emggan gelisah dan keinginan aku berjalan
Mencari setitik kedamaian yang tersimpan di ujung langkah yang kelelahan
Di tengah padang yang kegelapan,ku rundukan bersinarnya secercah cahaya terang
Dan di bumi ini kini aku berpijak,menerobos lorong waktu yang masih tersirat
Dalam genggaman tangan ini ia terdiam
Lihat dan lihatlah kini alampun tak bersahabat
Inilah sumpah serapah kita yang tak pernah bertobat
Bandung 1 Maret 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar